Laman

Cari

Customer Service

Sms/WA/Line : 08995489942
email : penerbitrasibook@gmail.com
twitter : @rasibook
fanpage : Rasibook

Cara Pembayaran

Cara Pembayaran
BCA 5140186416

Mandiri 900-00-0635774-4

Bersamamu, Menjemput Surga (Rp. 42.000,-)

Judul    : Bersamamu, Menjemput Surga
Kode    : NF-BMS
Kategori: Non fiksi
Halaman: 112
ISBN    : 978-623-7214-80-9
Penulis  : Ahmad Misbahul Anam dan Ummu Ahya
Harga   : Rp. 42.000,-












Menikah adalah keinginan semua orang, karena dengan pernikahan yang sebelumnya haram menjadi halal, yang tadinya maksiat menjadi ibadah, yang tadinya tidak kenal menjadi akrab, yang tadinya seranjang sendiri akhirnya akan berdua. Akhirnya pernikahan menjadi sangat indah  didengar dan ingin segera ditunaikan. Karena ‘saking’ inginnya cepat-cepat, kadang-kadang antara yang seharusnya belum boleh dikerjakan dan sudah dibolehkan menjadi samar-samar.   Apalagi kalau bicara orientasi pernikahan, pasti semua orang menginginkan keluarganya sakinah, sa’idah, salimah, mawaddah dan penuh dengan rahmat.  Dan tanda-tanda itu terlihat manakala biduk rumah tangganya berjalan diantara iman dan ketaqwaan, bisa menjadi bagian dari dari entitas dakwah di masyarakat, dan muara akhirnya kelak terselamatkan dari panasnya api neraka dan bisa berkumpul di surga bersama orang-orang yang dicintanya.

Versi digitalnya bisa didapatkan di: 


Gegap Gempita Perjalanan Sejarah dan Upaya Status Kepahlawanan Eyang Hasan Maolani Lengkong (Rp. 100.000,-)

Judul    : Gegap Gempita Perjalanan Sejarah dan Upaya Status Kepahlawanan Eyang Hasan Maolani Lengkong
Kode    : NF-GGPSdUSKEHML
Kategori: Non fiksi
Halaman: 264
ISBN     : 978=623-7214-79-3
Penulis  : Idik Saeful Bahri
Harga   : Rp. 100.000,-








Eyang Hasan Maolani adalah salah satu musuh terbesar pemerintah Kolonial Belanda di sekitaran abad ke-19 Masehi. Beliau sezaman dengan Pangeran Diponegoro dan Kiai Mojo. Saking besarnya pengaruh Eyang Hasan Maolani, beliau diasingkan oleh pemerintah Hindia Belanda ke wilayah yang sekarang bernama kampung Jawa Tondano, di Sulawesi Utara. Eyang Hasan Maolani bergabung dengan Kiai Mojo dan rombongan gerilyawan Perang Jawa.

Beberapa tokoh perjuangan yang sama-sama diasingkan ke kampung Jawa Tondano, telah secara resmi diakui oleh negara dengan diberikan gelar pahlawan nasional, sebut saja Kiai Mojo dan Imam Bonjol. Lantas mengapa sang Kiai Lengkong ini belum juga mendapatkan pengakuan yang sama?

Buku ini hadir untuk membahas dan menganalisis sepak terjang dan gagasan pemikiran Eyang Hasan Maolani yang bisa membuat takut pemerintahan kolonial. Serta buku ini membuktikan bahwa Eyang Hasan Maolani benar-benar layak dianugerahi gelar pahlawan nasional.


Versi digitalnya bisa didapatkan di: 


Daftar Buku Terbit